Exclusive from Good News From Indonesia

Oslo Pun Jatuh Cinta pada Indonesia

Festival Indonesia pertama di kota Oslo, Norwegia, telah berlangsung. Acara yang berlangsung meriah ini diadakan untuk memperingkati 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
General
Wed Nov 13 2019 09:48:00 GMT+0000 (UTC)
  • Mengintip kemeriahan Festival Indonesia di Oslo, Norwegia.
  • Festival ini diadakan untuk memperingati 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Norwegia.
  • Selain diselenggarakan pertama di Oslo, Festival Indonesia ini juga yang terbesar di kawasan Nordik.

Festival Indonesia pertama di Oslo, dan yang terbesar di kawasan Nordik, berlangsung meriah. Pengunjung dari waga setempat datang berbondong-bondong menghadiri festival yang diadakan untuk memperingati 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Norwegia ini.

Digelar pada 29-30 Juni 2019, kemeriahan Festival Indonesia menambah hangat suasana kota Oslo yang saat itu memasuki musim panas. Berlokasi di alun-alun jantung kota Oslo, Spikersuppa, 30 tenda pameran produk-produk Indonesia menghiasi festival yang berlangsung selama dua hari ini.

Sebanyak 13 tenda diisi oleh peserta pameran dari Indonesia, seperti Kementerian Pariwisata, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Pemprov Nusa Tenggara Timur, Pemprov DKI Jakarta, Pemkab Musi Banyuasin, Badan Restorasi Gambut (BRG), Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dan Javara.

Sementara tenda lainnya diisi oleh promosi produk dan makanan oleh para diaspora Indonesia di Norwegia, seperti nasi goreng, mie goreng, mie ayam, bakso, sate, nasi padang, dan berbagai camilan seperti pastel, nastar, dadar gulung.

Pengunjung sangat antusias dengan adanya Festival Indonesia | Foto: KBRI Oslo

BACA JUGA: Lulusan Teknik Kimia yang Meroket di Bidang Dirgantara

Di panggung pertunjukan, petikan lembut sasando asal Nusa Tenggara Timur menghipnotis ribuan pengunjung yang memadati alun-alun Spikersuppa siang itu.

Seketika suasana berubah semarak ketika Tari Lenggang Jakarta, Tari Sebatek dari Musi Banyuasin, dan Tari Saman naik panggung. Lalu, tepuk tangan pun membahana menutup flash mob Maumere yang tiba-tiba muncul di antara para ribuan pengunjung Festival Indonesia Oslo.

Ditampilkan pula pagelaran budaya Nusantara, seperti Tari Begambo dan Tari Setabek dari Kab Musi Banyuasin, Tari Ledo Hawu dan Tari Padoa dari NTT, Tari Tepak Kipas Koneng dan Tari Lenggang dari Jakarta, Tari Saman dari Kelompok Tari Anak Indonesia, dan Tari Panji Semirang dari Krama Bali Norwegia.

Beragam kebudayaan dan kesenian Indonesia ditampilkan di festival ini | Foto: KBRI Oslo

Tidak ketinggalan, workshop membatik menjadi salah satu kegiatan favorit selama Festival berlangsung. Antrian pun terlihat mengular untuk berfoto dengan baju adat Musi Banyuasin dan replika komodo 2 meter yang didatangkan khusus dari NTT.

Selain itu, dipromosikan pula produk-produk kelapa sawit, specialty kopi, serta kekayaan hutan dan gambut tropis Indonesia oleh Javara. Norwegia sebagai salah satu negara pengonsumsi kopi per kapita terbesar di dunia, tidak lengkap jika tidak mempromosikan kopi Indonesia di Negeri Viking ini.

BACA JUGA: Bersiap Menyambut Kereta Hidrogen di Indonesia, Pertama di Asia

Biji kopi yang akan digunakan dipilih secara khusus dari petani Indonesia, khususnya di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Bali, dan Flores, yang sudah mempraktekkan pendekatan konservasi dalam pengelolaan budidaya kopi dan sudah memperoleh pelatihan sebagai Q-grader kopi.

Duta Besar RI untuk Norwegia dan Islandia, Todung Mulya Lubis, mengatakan Festival Indonesia ini bertujuan untuk mengenalkan Indonesia lebih luas lagi kepada publik Norwegia. Sebagai salah satu negara berpenduduk paling besar di dunia, Indonesia paling tidak terkenal di Norwegia ini.

Untuk itu, Festival Indonesia Oslo diharapkan dapat menggaungkan nama Indonesia lebih luas di Norwegia, bahkan di wilayah Nordik.

Kopi-kopi Indonesia juga menjadi daya tarik tersendiri | Foto: KBRI Oslo

“Indonesia bukan hanya Bali. Kita punya destinasi wisata dengan alam yang tidak kalah indah, keluhuran budaya, dan kehangatan senyuman khas Indonesia. Kita punya sepuluh Bali baru!” ucapnya, dikutip dari siaran pers yang diterima GNFI.

Kemudian salah satu pengunjung, Pia Gammelsaeter, mengaku dirinya tidak menyangka akan mendapatkan kelezatan makanan, kehangatan budaya, dan keramahan senyum Indonesia di kotanya.

“Saya belum pernah mengunjungi Indonesia, tetapi setelah datang ke sestival ini, saya pastikan akan datang ke Indonesia tahun ini!” ujar wanita muda asal Oslo ini.**

Penulis: ADITYA JAYA ISWARA
Dirilis pada 2019-11-13 14:05:00

Open in App