Exclusive from Good News From Indonesia

Ribuan Penenun Di Flores Timur Akan Memamerkan Kemampuannya di Festival Bale Nagi

Bale Nagi Festival diadakan di Kabupaten Larantuka, Nusa Tenggara Timur, mulai 6 hingga 25 April. Festival ini menampilkan kain tenun yang
General
Mon Apr 08 2019 14:39:00 GMT+0000 (UTC)

Bale Nagi Festival diadakan di Kabupaten Larantuka, Nusa Tenggara Timur, mulai 6 hingga 25 April.

Festival ini menampilkan kain tenun yang dibuat menggunakan berbagai teknik tenun, seperti Adonara, Solor, Larantuka, Ile Mandiri, Lewolema, Pagong Setan, Titehena, Wulanggitang, dan Ile Bura.

Sebagai bagian dari festival tersebut, 1500 penenun dari beberapa kabupaten di Larantuka akan berpartisipasi di dalamnya untuk memamerkan berbagai keterampilan menenun pada 23 April.

Salah satu penenun menunjukkan kain tenun hasil olahannya di Flores Timur | Foto: Hengky Ola Sura / Jakarta Post

Festival ini diadakan untuk memperingati tradisi Paskah gereja Katolik lokal yang disebut minggu suci Semana Santa, yang telah dirayakan oleh penduduk lokal selama lebih dari lima abad.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Flores Timur Apolonia Corebima mengatakan ia telah berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Badan Pariwisata Nusa Tenggara Timur untuk festival ini.

"Semoga pertunjukan tenun akan menarik peziarah dan wisatawan yang menghadiri upacara Semana Santa di Larantuka," katanya seperti dikutip dari The Jakarta Post, Selasa.

Menurut Apolonia, menenun adalah bagian dari rutinitas sehari-hari wanita di Flores Timur, dan cara untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.

Silvester Petara Hurit, kurator Festival Bale Nagi, mengatakan acara itu juga akan berfungsi sebagai panggilan bagi masyarakat Flores Timur yang tinggal di luar pulau untuk kembali, karena nama festival tersebut berarti "pulang".

"Ini adalah gerakan budaya, undangan untuk semua orang Flores Timur untuk pulang. Kami juga menyampaikan undangan ini kepada para peziarah dan wisatawan dari seluruh dunia yang akan menghadiri upacara Semana Santa untuk menyaksikan kebudayaan kita,” katanya.


Sumber: Jakarta Post

Penulis: VITA AYU ANGGRAENI
Dirilis pada 2019-04-08 19:21:00

Open in App