Exclusive from Good News From Indonesia

Beragam Fasilitas Eco Airport di Bandara Soekarno-Hatta

Sebelum layanan taksi listrik hadir, Bandara Internasional Soekarno-Hatta sudah memiliki beragam fasilitas eco airport. Fasilitas apa sajakah itu?
General
Wed Jun 05 2019 04:24:00 GMT+0000 (UTC)
  • Taksi listrik bukan layanan eco airport pertama yang dimiliki Bandara Soekarno-Hatta.
  • Sebelumnya, sudah ada sederet fasilitas eco airport di bandara ini, dan semuanya terdapat di Terminal 3.
  • Fasilitas eco airport ini dapat menghemat penggunaan air, listrik, dan sebagainya, dalam pengoperasian bandara.

Adanya layanan taksi listrik hasil kerja sama PT. Angkasa Pura II dengan PT. Blue Bird Tbk., menambah panjang daftar fasilitas eco airport do Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sebelumnya, bandara yang terletak di Cengkareng, Tangerang, tersebut telah mengimplementasikan sederet sistem untuk pengoperasian eco airport.

Intelligence Building Management System contohnya, yang menjaga agara Terminal 3 beroperasi sebagai eco airport dengan mengatur pengeluaran air, penggunaan listrik, dan sebagainya.

Kemudian ada Rain Water System yang memanfaatkan air hujan untuk digunakan sebagai air bersih.

Tak hanya itu, Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga memiliki teknologi Recycle Water System yang mampu mengolah air toilet untuk kembali menjadi air toilet, sehingga dapat menghemat penggunaan air.

BACA JUGA: Taksi Listrik Hadir di Bandara Soekarno-Hatta

“Kerja sama antara AP II dan Blue Bird dalam menghadirkan taksi listrik ini diharapkan dapat menjadi stimulus agar konsep eco airport dapat menyentuh lebih luas lagi ke sektor lainnya di Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Presiden Direktur PT. Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, dalam keterangan resminya.

BlueBird selaku penyedia taksi listrik pertama di Indonesia berencana untuk dapat mengoperasikan sebanyak 200 mobil listrik hingga tahun 2020, di mana perusahaan akan mampu menghilangkan 434,095 kg emisi CO2 atau konsumsi BBM sebanyak 1.898.182 liter.

Kemudian dengan penambahan 2.000 unit mobil listrik pada periode tahun 2020-2025, akan mampu menghilangkan 21.704.760 kg emisi CO2 atau setara dengan konsumsi BBM sebanyak 94.909.091 liter.**

BACA JUGA: 3 Bandara Indonesia Masuk 10 Bandara Tepat Waktu Asia Tenggara oleh OAG Bulan April

Penulis: ADITYA JAYA ISWARA
Dirilis pada 2019-06-04 07:00:00

Open in App