Exclusive from Good News From Indonesia

Penjualan Buku di Indonesia dalam Angka

Di bulan apa saja buku paling banyak terjual? Di mana saja masyarakat Indonesia paling banyak mencari buku? Apa motif mereka membeli buku? Riset dari Picodi.com akan menjawabnya.
General
Wed Jun 12 2019 16:13:00 GMT+0000 (UTC)
  • Data dari Picodi.com menunjukkan jumlah permintaan buku di Indonesia, sumber penjualan buku, dan motif pembeliam buku.
  • Hasilnya bisa terlihat toko buku masih jadi andalan untuk membeli buku.
  • Riset ini menggunakan data internal platform e-commerce global dari Picodi.com.

Anggapan buku sebagai jendela dunia masih belum terbantahkan. Meski teknologi baru telah ditemukan seperti e-book dan e-library, bisnis penjualan buku masih bisa tumbuh di Indonesia.

Data dari Picodi.com menguraikan, jumlah permintaan buku di pasar Indonesia masih cukup tinggi, terutama jelang akhir tahun. Di bulan Desember 2018 jumlahnya bisa mencapai 12 persen dari transaksi tahunan, atau meningkat hamper dua kali lipat dari penjualan di awal tahun.

Adanya diskon online besar-besaran seperti Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) menjadi salah satu faktor utama tingginya permintaan buku di pasaran. Permintaan mulai meningkat di bulan September (10 persen), Oktober (11 persen), November (8 persen), dan puncaknya di Desember (12 persen).

BACA JUGA: Gerobak Literasi, Surga Buku di Perumahan

Data permintaan jumlah buku selama tahun 2018 | Infografis: Picodi.com

Selain itu, Picodi.com juga menganalisis motif pembelian buku di Indonesia. Hasil riset menunjukkan wanita mendominasi pembelian buku hingga 65 persen, berbanding tipis dengan pria sebanyak 61 persen.

Faktor utama mengapa membeli buku adalah karena keputusan sendiri, yang diakui oleh 49 persen responden. Kemudian 43 persen responden tertarik membeli karena ada harga diskon, 41 persen karena buku pemenang penghargaan, 33 persen dari rekomendasi teman, 27 persen usai melihat review blogger, dan 6 persen adalah buku yang telah difilmkan.

Untuk tempat penjualan buku, toko buku masih jadi sumber utama di Indonesia dengan prosentase penjualan 47 persen, disusul perpustakaan (31 persen), dari teman (12 persen), sedangkan 10 persen responden sisanya mengaku tidak membaca buku.

BACA JUGA: Penerbit Indonesia Berpartisipasi di Pameran Buku Anak Terbesar di Dunia

Lalu jika dijabarkan lebih lanjut, penjualan di toko buku masih sangat mendominasi dengan angka 73 persen. Di bawahnya, responden biasanya mendapatkan buku di toko online (55 persen), unduh gratis (31 persen), e-book di toko online (27 persen), subskripsi berbayar (6 persen), dan audiobook di toko online (2 persen).

Hasil riset ini menggunakan data internal platform e-commerce global dari Picodi.com, mengenai transaksi di toko buku online. Survei dilakukan pada Maret 2019 ke 7.800 responden dari 41 negara.**

Penulis: ADITYA JAYA ISWARA
Dirilis pada 2019-06-08 07:00:00

Open in App