Exclusive from Good News From Indonesia

Digelar di Bali, Indonesia Prakarsai Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia Pertama

Konferensi ekonomi kreatif dunia yang pertama digelar di Bali. Acara bertajuk World Conference on Creative Economy (WCCE) yang diselenggarakan Badan
General
Thu Nov 08 2018 13:01:00 GMT+0000 (UTC)

Konferensi ekonomi kreatif dunia yang pertama digelar di Bali. Acara bertajuk World Conference on Creative Economy (WCCE) yang diselenggarakan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia itu akan berlangsung tiga hari, dari tanggal 6-8 November 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

Sebanyak 20 tokoh ternama di bidang industri kreatif dunia serta 2.000 perwakilan pemerintah, dan organisasi internasional menjadi pembicara dalam acara ini.

Sejumlah nama seperti Pemenang Sutradara Terbaik Emmy Awards, Lisa Russell, CEO Elevation Barn, Will Travis, CEO and Founder of Bolanle Austen-Peter Production, Bolanle Austen-Peter, President of China Film Group Corporation, Le Kexi hingga CEO and Co-Founder Moonton (Mobile Legends), Justin Yuan akan hadir dalam konferensi ini.

Acara ini mengusung tema Inclusively Creative dengan mengangkat lima isu utama, yakni kohesi sosial, regulasi, pemasaran, ekosistem, dan pembiayaan industri kreatif. Nantinya, akan dirumuskan Deklarasi Bali yang bakal diusulkan ke Sidang Umum PBB di tahun depan.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Republik Indonesia, Triawan Munaf, saat berpidato pada acara pembukaan konferensi ekonomi kreatif pertama di dunia, The World Conference on Creative Economy (WCCE) 2018 di Nusa Dua, Bali, Rabu (7/11/2018). Foto: Eduardo Simorangkir
Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Republik Indonesia, Triawan Munaf, saat berpidato pada acara pembukaan konferensi ekonomi kreatif pertama di dunia, The World Conference on Creative Economy (WCCE) 2018 di Nusa Dua, Bali, Rabu (7/11/2018). Foto: Eduardo Simorangkir



"Kenapa tema Inclusively Creative? Kami ingin ada common understanding (pemahaman bersama) dan common ground (landasan bersama) untuk mengembangkan ekonomi secara global. Karena itu kunci utama pengembangan ekonomi kreatif adalah kolaborasi," kata Kepala Bekraf, Triawan Munaf pada Detikcom.

Dilaporkan Tribunnews.com, acara WCCE ini juga mendapatkan pengakuan sebagai konferensi ekonomi kreatif global pertama di dunia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, United Nation Conference on Trade and Development (UNCTAD).

Selain konferensi, acara ini juga menghadirkan Creativillage yang merupakan pameran booth berupa kapsul-kapsul interaktif, yang terdiri para peserta lokal dan internasional. Para pelaku kreatif maupun masyarakat bebas mengunjungi side event ini.

Beberapa kapsul industri kreatif dunia yang hadir di Creativillage itu di antaranya Disney, Tick Tock, Potato Head, Tenun Sikka, London Book Fair, KOCCA, dan lainnya. Ditampilkan pula berbagai program unggulan Bekraf yang dilaksanakan sebagai upaya penguatan ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Foto: Antara Foto/Fikri Yusuf
WCCEjuga menghadirkanCreativillageyang merupakan pameran booth berupa kapsul-kapsul interaktif, yang terdiri para peserta lokal dan internasional Foto: Antara Foto/Fikri Yusuf

Di acara tersebut juga disediakan coffee lounge yang menyuguhkan kopi Nusantara yang bisa dinikmati secara gratis. Ada pula bermacam-macam creative sessions dengan berupa workshop maupun talkshow yang juga bisa diikuti dengan gratis.

WCCE 2018 berhasil mengesahkanoutcome documentberjudul“Bali Agenda for Creative Economy”, di mana salah satu isinya adalah menyepakati pembentukanCenter of Excellence for Creative Economydi Indonesia.

Center of Excellenceini berfungsi sebagai serambi pelaku ekonomi kreatif dari seluruh dunia guna menghubungkan gagasan, sumber daya, informasi, dan konsep-konsep bisnis, antara lain di sektor musik, kuliner, aplikasi digital dan lain-lain.

“Di era globalisasi dan teknologi canggih ini, industri kreatif telah menjadigame changer. Sebagai salah satu sektor paling dinamis, ekonomi kreatif berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi banyak negara," ucap Triawan.

Creative Economy Agency (Bekraf) head Triawan Munaf (third left), accompanied by the deputy head for institutional relations’ Endah Wahyu Sulistianti (second left), inspects the Creative Village booth at the World Conference on Creative Economy (WCCE) in Nusa Dua, Bali, on Tuesday. Image: The Jakarta Post/Zul Trio Anggono
Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Republik Indonesia,TriawanMunaf, mengunjungi Creative Village di the World Conference on Creative Economy (WCCE) di Nusa Dua, Bali, pada Selasa (6/11). Foto: The Jakarta Post/Zul Trio Anggono

Bagi Indonesia, sektor ekonomi kreatif telah berkontribusi lebih dari 7,4% dari PDB Indonesia.

Industri ekonomi kreatif telah menyerap hampir 17 Juta pekerja, 14% dari total tenaga kerja, di mana lebih dari 54% pekerja ekonomi kreatif adalah wanita, seperti dilansir Tribunnews.com.

Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi & video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.

Penulis: INDAH GILANG PUSPARANI
Dirilis pada 2018-11-08 15:01:00

Open in App