Exclusive from Good News From Indonesia

Di Arung Jeram, Para Putra Bangsa Hampir Menaklukkan Dunia

Tak hanya tim U-23 Women Indonesia yang berjaya di kejuaraan arung jeram dunia, tapi juga tim U-19 Men Indonesia. Para putra bangsa pun hampir menaklukkan dunia.
General
Sat Jun 01 2019 04:58:00 GMT+0000 (UTC)
  • Tak hanya tim U-23 Women Indonesia yang berjaya di kejuaraan arung jeram Indonesia.
  • Tim U-19 Men Indonesia pun tak kalah hebatnya, dengan menempati peringkat dua dunia.
  • Kejuaraan ini bernama IRF R6 World Rafting Championships 2019.

Tim U-23 Women Indonesia bukan satu-satunya perwakilan Indonesia yang meraih prestasi membanggakan di kejuaraan arung jeram dunia. Tim U-19 Men Indonesia pun juga tak kalah hebat, dengan memperoleh posisi kedua.

Tim U-19 Men Indonesia menempati peringkat kedua dengan skor 887, terpaut 85 poin di bawah tuan rumah, Australia. Kejuaraan bernama IRF R6 World Rafting Championships 2019 ini diselenggarakan di Tully River, Cairns, Australia.

Pada nomor Sprint dan Down River Race atau pengarungan jarak panjang, walau dengan tubuh jauh lebih kecil dari lawan-lawannya, tim ini telah mampu bertarung lebih baik dari pesaing kuatnya, Republik Ceko.

Posisi tim pada nomor Down River inilah yang akhirnya membawa tim pada peringkat 2 dunia. Absennya tim Turki yang pada WRC 2017 menduduki peringkat pertama pada semua mata lomba di divisi U-19 Men juga turut mengangkat prestasi tim yang berlaga di nomor ini.

BACA JUGA: Dua Tim Arung Jeram Indonesia Berjaya di Australia

“Secara teknik tim bersaing secara merata, namun tim tertinggal di penguasaan medan serta mengalami kendala di peralatan yang digunakan,” papar pelatih tim, Wawan Purwana.

Menurutnya latihan tim belum maksimal, karena sebelum latihan mereka pergi ke sekolah hingga sore hari dan harus naik motor ke lokasi latihan sejauh 40 kilometer dari Cianjur ke Sungai Citarum. Akibatnya, latihan baru dapat dimulai menjelang magrib.

Sebagai pelatih, “Kang Wawan” begitu julukannya, sebenarnya menargetkan untuk mendapat dua emas, namun target ini belum dapat dicapai.

Di luar tim muda tersebut, tim Open Men Indonesia masih harus mengakui keunggulan para legendaris di dunia arung jeram, seperti tim dari Brasil, tim yang selama empat kali kejuaraan R6 terakhir menjadi juara dunia, yaitu pada 2011, 2013, 2015, dan 2017.

BACA JUGA: Tim Wanita U23 Arung Jeram Juarai Kompetisi Rafting Dunia 2019

Tim Indonesia pada akhirnya berada di urutan ke-8 di bawah Brasil, Rssia, Selandia Baru, Jepang, Republik Ceko, Tiongkok, dan Jerman. Tim Tiongkok yang merupakan pendatang baru, pada nomor Head to Head dan Slalom tiba-tiba melejit ke nomor 1 dan 3, sementara di nomor Sprint dan Down River berada di urutan ke-13.

Indonesia mencatat prestasi terbaiknya pada kelas ini ketika menjadi tuan rumah pada WRC 2015, yaitu peringkat ke-2 dunia.

“Saya sangat mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam perjuangan ini, terutama kepada atlet, pelatih, manajer, dan juga rekan-rekan pengurus di pusat dan daerah yang telah bekerja keras bahu-membahu tanpa pamrih untuk dapat mendukung tim,” ujar Ketua Umum PB FAJI, Amalia Yunita, dalam siaran pers yang diterbitkan Federasi Arung Jeram Indonesia.

“Tim telah berjuang secara luar biasa di luar kemampuan mereka. Kemenangan mereka adalah karena mereka memiliki mental baja dan sangat antusias untuk mengibarkan Merah Putih di Negara Kanguru ini. Perjuangan mereka bukan hanya mengayuh dayung, tetapi juga beradaptasi dengan cuaca dingin dan hujan yang terus turun tanpa henti,” pungkasnya.**

Penulis: ADITYA JAYA ISWARA
Dirilis pada 2019-06-01 09:00:00

Open in App