Exclusive from Good News From Indonesia

Orang Indonesia Pertama di Komite The Newton Prize Kerajaan Inggris

Perkenalkan, Yanuar Nugroho, Ph.D. Dialah orang Indonesia pertama dalam Komite The Newton Prize Kerajaan Inggris. Berikut profil singkatnya!
General
Mon Aug 12 2019 10:13:00 GMT+0000 (UTC)
  • Yanuar Nugroho Ph.D. terpilih sebagai satu dari sembilan anggota Komite The Newton Prize.
  • The Newton Prize merupakan pemberi dana hibah riset Newton Fund ke negara-negara dunia, yang jumlahnya sekitar Rp 17 miliar.
  • Yanuar akan menghadiri beberapa rapat di komite, terdekat pada 1 Oktober mendatang.

Satu lagi anak bangsa yang terpilih tampil di pentas internasional. Kali ini, di Komite The Newton Prize Kerajaan Inggris, Yanuar Nugroho, Ph.D. dengan bangga mewakili Tanah Air, sebagai orang Indonesia pertama yang duduk sebagai anggota di komite tersebut.

The Newton Prize dari Kerajaan Inggris akan memberikan hibah riset Newton Fund pada negara-negara di dunia, yang jumlanya sekitar 1 juta paun (setara Rp 17 miliar) setiap tahun dalam bentuk matching fund. Dana hibah Newton Prize tahun ini diberikan ke Indonesia, Cina, dan Filipina.

Komite ini tak hanya beranggotakan mayoritas akademisi Inggris dari Royal Society, tapi juga mengundang akademisi-akademisi global. Yanuar Nugroho yang menjabat sebagai Deputi II Kantor Staf Kepresidenan menuturkan, dirinya adalah orang Indonesia pertama yang diundang duduk di komite ini.

Dok. Yanuar Nugroho

"Saya diminta duduk sebagai anggota komite ini untuk memberikan pertimbangan riset-riset apa yang didanai. Newton Fund sudah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia selama ini, khususnya Kemenriistekdikti, Kementerian Keuangan melalui LPDP, serta DIPI," terangnya.

BACA JUGA: Lomba Makan Kerupuk Terbesar dari Garda Depan Ekonomi Indonesia!

Yanuar juga menegaskan keanggotaannya di Komite The Newton Prize bersifat personal, karena keahlian-keilmuan. Sebab, ia masih menjabat sebagai seorang Deputi di Kantor Staf Presiden Republik Indonesia. Untuk bergabung dengan komite, ia tetap mohon izin pada Kepala Staf Kepresidenan.

"Tidak ada honor ataupun imbalan keuangan yang akan saya terima, jadi tidak ada konflik kepentingan. Saya akan diminta menghadiri beberapa rapat di Inggris (terdekat 1 Oktober di Imperial College London), dengan semua pembiayaan ditanggung oleh Newton Prize, sehingga tidak membebani negara," imbuh Yanuar.

The Newton Prize diadakan sejak 2017. Di tahun itu negara penerima Newton Fund adalah India, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Kemudian di tahun 2018, negara penerima dana hibah yaitu Brasil, Cile, Kolombia, dan Meksiko.**

BACA JUGA: Mengenal PLTU Paiton, Pembangkit Listrik Terbesar di Asia Tenggara

Penulis: ADITYA JAYA ISWARA
Dirilis pada 2019-08-12 13:30:00

Open in App